Ajopasbar.com
Memuat berita terbaru...
Sabtu, 21 Februari, 2026
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.
spot_img

Darul Azhar Pasaman Barat Buka Pendaftaran Santri Baru, Terapkan Sistem Kupon Makan

Pasaman Barat Pondok Pesantren Darul Azhar di bawah naungan Yayasan Darul Azhar Pasaman Barat resmi membuka penerimaan santri baru untuk tahun ajaran 2026–2027. Informasi ini disampaikan langsung oleh pimpinan pesantren, Buya Farhan Yasir, Lc., M.Pd., pada Sabtu (21/2/2026).

Dalam keterangannya, Buya Farhan Yasir menegaskan bahwa pesantren yang berlokasi di Jorong Tanjung Pangkal, Simpang Empat, Pasaman Barat, siap menampung generasi muda yang ingin memperdalam ilmu agama sekaligus mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

“Pondok Pesantren Darul Azhar berkomitmen mencetak santri yang tidak hanya pandai membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki keterampilan, kedisiplinan, serta jiwa sosial yang kuat,” ujar Buya Farhan Yasir.

Pendaftaran santri baru dibuka dengan sejumlah persyaratan administratif. Calon santri diwajibkan mengisi formulir pendaftaran, membayar uang pendaftaran, menyerahkan pas foto 3×4 latar merah sebanyak empat lembar, fotokopi kartu keluarga dan akta kelahiran masing-masing dua lembar, fotokopi rapor SD kelas 1–5, serta sertifikat pandai baca Al-Qur’an.

Selain pendidikan formal dan keagamaan, Darul Azhar juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk mendukung pengembangan minat dan bakat santri. Kegiatan tersebut meliputi tahsin, tahfidz, tilawah, hadroh, muhadoroh, sepak bola, silat, dan sejumlah aktivitas lainnya.

Total biaya pendidikan yang ditetapkan sebesar Rp 2.650.000. Biaya ini sudah mencakup seragam sekolah sebanyak empat stel, ridak, sorban, kitab untuk satu tahun, serta buku umum per semester. Dengan sistem biaya yang transparan, pihak pesantren berharap wali santri dapat lebih mudah memahami kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

Pendaftaran tahap pertama dibuka sejak Desember 2025. Sementara itu, tahap kedua resmi dibuka pada Februari 2026 dengan kuota sebanyak 25 santri. Hingga saat ini, tercatat sudah 11 santri yang mendaftar. Pihak pesantren menegaskan bahwa kuota penerimaan akan disesuaikan dengan kapasitas asrama dan fasilitas yang tersedia.

Dalam keseharian, pola makan santri diatur dengan sistem kupon. Pondok pesantren tidak menyediakan katering tetap, namun wali santri dapat membeli kupon makan sesuai kebutuhan, misalnya 20 kupon sekaligus. Satu kupon senilai Rp 10.000 sudah termasuk satu porsi lengkap dengan lauk dan sayur.

“Santri makan ketika mereka lapar. Ada yang makan sekali, dua kali, tiga kali, bahkan sampai empat kali sehari. Semua tergantung bagaimana anak mengatur kupon yang dimiliki,” jelas Buya Farhan.

BACA JUGA: Sinergi Pers dan Pemerintah, AJO Pasbar Resmikan Sekretariat Jilid 2

Bagi santri yang tinggal dekat dengan pesantren, makanan bisa diantar langsung. Sementara itu, bagi santri yang berada di dalam lingkungan pesantren, kupon dapat digunakan untuk membeli makanan yang disediakan oleh pihak pesantren. Sistem ini dinilai lebih fleksibel dan transparan bagi wali santri.

Dengan fasilitas pendidikan, kegiatan ekstrakurikuler, serta sistem keseharian yang terstruktur, Pondok Pesantren Darul Azhar Pasaman Barat menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan berdaya guna bagi masyarakat. Kehadiran sistem kupon makan yang transparan juga menjadi salah satu bentuk inovasi dalam pengelolaan kehidupan santri sehari-hari.


Eksplorasi konten lain dari AJO PASBAR

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles

Memuat berita terbaru...
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari AJO PASBAR

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca