Ajopasbar.com
Memuat berita terbaru...
Sabtu, 21 Februari, 2026
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.
spot_img

Korban Bencana di Agam Bertambah, 173 Meninggal dan 85 Masih Hilang

Agam โ€“ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di daerah itu terus bertambah. Hingga Jumat (5/12/2025) pukul 20.00 WIB, tercatat 173 orang meninggal dunia dan 85 orang lainnya masih belum ditemukan.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menyampaikan bahwa korban hilang tersebar di empat kecamatan yang terdampak paling parah. โ€œData ini terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan. Tim gabungan masih bekerja keras untuk menemukan korban yang belum ditemukan,โ€ ujarnya di Lubuk Basung, Sabtu.

Pencarian korban dilanjutkan sejak Sabtu pagi dengan melibatkan BPBD Agam, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan dari berbagai organisasi. Upaya pencarian dilakukan dengan kombinasi tenaga manual dan penggunaan alat berat untuk membersihkan material tanah dan pohon yang menimbun lokasi.

BACA JUGA :
Polres Pasaman Barat Kerahkan Puluhan Personel Bantu Pencarian Korban Longsor di Sinuruik

Rahmat menegaskan bahwa kondisi di lapangan masih penuh tantangan. Curah hujan yang tinggi membuat proses pencarian tidak mudah, sementara akses ke sejumlah titik masih terputus. โ€œMeski begitu, pencarian tidak akan dihentikan. Semua potensi dikerahkan agar korban bisa segera ditemukan,โ€ katanya.

Selain korban meninggal dan hilang, BPBD juga mencatat jumlah pengungsi mencapai 10.910 orang. Mereka tersebar di delapan kecamatan dan menempati rumah keluarga, tempat ibadah, serta lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, pemerintah bersama relawan mendirikan 26 dapur umum. Dapur umum ini menjadi pusat penyediaan makanan bagi ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal maupun akses ke sumber pangan.

โ€œDapur umum ini sangat vital. Dengan jumlah pengungsi yang besar, kebutuhan makanan harus dipastikan tercukupi setiap hari,โ€ jelas Rahmat.

Selain itu, sebanyak 19 orang korban luka serius masih dirawat di fasilitas kesehatan. Mereka mengalami berbagai cedera akibat tertimpa material longsor maupun terseret arus banjir. Tim medis terus memberikan perawatan intensif agar kondisi mereka segera membaik.

Tak hanya korban jiwa dan pengungsi, bencana ini juga menyebabkan 31.523 warga terisolasi. Akses menuju permukiman mereka tertutup material longsor sehingga distribusi logistik terhambat. Kondisi ini menambah beban pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi.

BACA JUGA:
Longsor di Sinuruik Telan Korban, Enam Warga Masih Hilang dan Pencarian Terus Dilakukan

Pemerintah Kabupaten Agam berupaya membuka akses jalan dengan mengerahkan alat berat. โ€œKami berharap jalur segera bisa dilalui agar distribusi logistik lancar. Ini menjadi prioritas utama saat ini,โ€ tegas Rahmat.

Dengan jumlah korban yang terus bertambah, BPBD Agam mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Curah hujan yang masih tinggi berisiko menimbulkan longsor dan banjir baru di wilayah rawan. ***SKL


Eksplorasi konten lain dari AJO PASBAR

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img
spot_img

Hot Topics

Related Articles

Memuat berita terbaru...
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari AJO PASBAR

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca